Teheran, Harian Umum - Tiga putra mendiang Ayatollah Sayyed Ali Khamenei menghadiri pemakaman pemimpin tertinggi revolusi Iran itu yang tewas akibat serangan Amerika Serikat (AS) dan Israel pada tanggal 28 Februari 2026.
Namun, di antara mereka tidak terlihat pengganti Ali Khamenei sebagai Pemimpin Tertinggi Revolusi Iran yang juga salah satu putranya, yakni Ayatollah Sayyed Mojtaba Khamenei.
Ketiga putra Ali Khamenei yang hadir adalah Sayyid Mustafa Hosseini Khamenei, Sayyid Masoud Hosseini Khamenei, dan Sayyid Meysam Hosseini Khamenei.
Al Arabiya melaporkan, ketiga putra almarhum Ali Khamenei itu nampak berdiri berjajar di depan peti jenazah Ali Khamenei dan peti jenazah empat anggota keluarganya yang ikut tewas dalam serangan AS dan Israel itu.
"Televisi pemerintah Iran menayangkan Mostafa, Meysam, dan Masoud Khamenei berdoa di depan peti jenazah yang diletakkan di halaman Mosalla Agung Imam Khomeini yang luas di Teheran," kata Al Arabiya, Senin (6/7/2026).
Republik Islam Iran mengadakan prosesi pemakaman massal selama seminggu untuk Khamenei, termasuk membawa jenazahnya ke situs-situs keagamaan Syiah di negara tetangganya, Irak.
Setelah sehari disemayamkan di dalam ruangan agar dapat dikunjungi oleh para pemimpin senior Iran dan pejabat asing, peti jenazah Khamenei dipajang di luar ruangan pada hari Sabtu di bawah kaca, bersama dengan peti jenazah putrinya, menantu laki-lakinya, menantu perempuannya, dan cucu perempuannya yang berusia 14 bulan.
Hingga kini belum ada penampakan publik atau gambar yang dirilis tentang Mojtaba, yang dikabarkan terluka dalam serangan yang menewaskan ayah dan 4 anggota keluargannya yang lain pada 28 Februari.
Kepada Reuters, orang-orang yang dekat dengan Mojtaba mengatakan, wajah pemimpin Tertinggi Revolusi Iran yang baru itu cacat dan ia menderita cedera signifikan pada satu atau kedua kakinya
Mojtaba sempat muncul dalam sebuah video yang dirilis pemerintah Iran ketika perang dengan AS dan Israel masih berlangsung, akan tetapi banyak yang meyakini bahwa Mojtaba yang di video itu terlihat sangat sehat, merupakan hasil teknologi AI.
Prosesi pemakaman yang dihadiri jutaan rakyat Iran dari berbagai penjuru negeri itu dapat berlangsung setelah nota kesepakatan yang ditandatangani Iran dan AS pada 18 Juni lalu, dapat meredakan ketegangan, meski letupan masih terjadi akibat tindakan Israel yang tetap membombardir Lebanon.
Presiden AS Donald Trump mengatakan kepada Axios bahwa pembicaraan perdamaian telah dihentikan selama seminggu karena peristiwa prosesi pemakaman ini.
Pada hari Minggu, Presiden Iran Masoud Pezeshkian dan Ketua Parlemen Mohammad Bagher Ghalibaf terlihat berdoa di depan peti jenazah almarhum Ali Khamenei, sementara Masoud Khamenei terlihat menangis dan menyeka air matanya saat seorang imam membacakan doa pemakaman.
Setelah apa yang disebut oleh pihak berwenang sebagai prosesi besar-besaran di pusat Teheran pada hari Senin, jenazah akan dibawa ke kota seminari Qom, pusat hierarki Syiah Iran, untuk upacara pada hari Selasa. Dari sana, jenazah akan diterbangkan ke Irak untuk upacara di kota-kota suci Syiah, yakni Najaf dan Kerbala pada hari Rabu.
Jenazah akan kembali ke Iran pada hari Kamis untuk prosesi lain di Mashhad, untuk kemudian dimakamkan di dekat makam salah satu imam Syiah dari abad pertengahan. (man)






