ADA BANYAK hal yang mengindikasikan bahwa Prabowo sedang digoyang, tinggal bagaimana Prabowo menyikapi ancaman tersebut agar tidak terguling.
---------------------------
Oleh: Muslim Arbi
Direktur Gerakan Perubahan dan Koordinator Indonesia Bersatu
Menggoyang Presiden Prabowo Subianto? Padahal, Prabowo tidak perlu digoyang lagi, karena di berbagai momen presiden RI ke-8 itu sering berjoget dengan goyang gemoy-nya. Bahkan, saat bertemu PM Malaysia Anwar Ibrahim, Presiden Donald Trump juga bergoyang, sehingga Anwar Ibrahim tertawa.
Kelihatannya betul ada upaya menggoyang Prabowo dari kursi RI 1 yang saat ini didudukinya. Ada misi di balik itu, sangat sistematis, mulai dari pelemahan Rupiah hingga tembus batas psikologis baru di level Rp18.000/dolar AS, hingga demo mahasiswa dari berbagai kampus.
Soal aksi Juni ini, bahkan aksi Juli dan Agustus, pernah dihembuskan Wakil Ketua DPD Tamsil Linrung dan mantan Wapres Jusuf Kalla beberapa bulan lalu.
Publik masih ingat, Pengamat Militer Prof Connie Bakrie pernah bilang bahwa Prabowo hanya diberi waktu dua tahun menjabat sebagai presiden, setelah itu digantikan Gibran.
Jika sinyalemen yang dilontarkan Connie itu betul, boleh kita tanya; tidakkah menggoyang Prabowo saat ini adalah bagian dari desain besar? Prabowo cukup dua tahun, lalu digantikan Gibran, dan pada Oktober 2026 nanti, Prabowo genap dua tahun menjadi presiden.
Kita patut curiga bahwa apa yang sedang berlangsung saat ini merupakan bagian dari strategi dan rencana besar itu, apalagi karena banyak orang di pemerintahan Prabowo adalah orangnya Jokowi, dan mantan Panglima TNI Gatot Nurmantyo pernah melontarkan sinyalemen bahwa sedang terjadi sabotase di internal pemerintahan Prabowo untuk menjatuhkan sang Presiden.
Takkan hilang dari ingatan kolektif publik bahwa saat menjelang akhir masa jabatan Jokowi, ada Gerakan Jokowi 3 Periode yang dipelopori Luhut Binsar Panjaitan, ketua Dewan Ekonomi Nasional saat ini; dan ada Gerakan Tunda Pemilu untuk memperpanjang jabatan Jokowi sebagai presiden untuk setidaknya 2 tahun lagi yang dimotori Bahalil Lahadalia, Menteri ESDM saat ini.
Tak hanya itu, ketika Prabowo mencoba menerapkan Pasal 33 UUD 1945, sejumlah oligarki dan pemilik modal kuat kebakaran jenggot.
Maka, cukup banyak alasan bagi kita untuk menduga bahwa memang sedang ada upaya penggoyangan Prabowo dari kursi kepresidenan yang didudukinya. Tinggal bagaimana Prabowo menyikapinya.
Pertanyaan kita sekarang; apakah Prabowo akan jatuh? Jika tidak, bagaimana dia mengatasinya? Karena sudah beredar luas di ruang publik bahwa Prabowo takut kepada Jokowi.(*)







