Bahrain, Harian Umum - Bahrain menangkap 41 orang yang terhubung dengan Korps Garda Republik Iran (IRGC).
Penangkapan terjadi di tengah kembali panasnya situasi Asia Barat (Timur Tengah) setelah pada Kamis (7/5/2026) malam waktu setempat, Amerika Serikat (AS) menyerang kapal tanker Iran di dekat Selat Hormuz, dan menyerang daerah sipil di selatan negara itu. Padahal, masih dalam situasi gencatan senjata yang diperpanjang Presiden Donald Trump hingga tanpa batas waktu.
"Kementerian Dalam Negeri Bahrain pada hari Sabtu (waktu setempat) mengatakan telah menangkap 41 orang yang menurut mereka terkait dengan IRGC Iran," kata Al Arabiya dikutip Minggu (10/5/2026).
Kementerian menjelaskan, penangkapan itu terjadi setelah pihak keamanan mengungkap adanya sebuah kelompok di Bahrain yang terkait dengan IRGC.
"Menurut kementerian, penyelidikan oleh jaksa penuntut umum juga mengungkap bahwa di antara yang tertangkap terlkibat kasus-kasus yang terkait dengan simpati terhadap serangan Iran," kata Al Arabiya lagi.
Di sisi lain, Al Jazeera melaporkan, pada Maret, Otoritas Bahrain melakukan penangkapan terhadap individu-individu yang mereka anggap nelakukan aksi memata-matai untuk IRGC, sementara pada April mencabut kewarganegaraan 69 orang setelah menuduh mereka bersimpati terhadap Iran dan "bersekongkol dengan entitas asing".
Institut Bahrain untuk Hak dan Demokrasi yang berbasis di London menggambarkan langkah tersebut sebagai "berbahaya" dan pelanggaran nyata terhadap hukum internasional.
Terkait penangkapan pada Mei ini, Kementerian Dalam Negeri Bahrain mengatakan akan melanjutkan investigasi terhadap kelompok yang diduga terkait dengan IRGC, mengambil tindakan hukum terhadap siapa pun yang terbukti terlibat di dalamnya.
Seperti diketahui, serangan AS dan Israel pada tanggal 28 Februari lalu, membuat Iran melancarkan serangan balasan ke aset-aset AS di Asia Barat, termasuk pangkalan militernya yang berada di Bahrain. (man)







