Jakarta, Harian Umum - Presiden Prabowo Subianto, Jumat (1/5/2026), menghadiri peringatan Hari Buruh atau Mayday di Monas, Jakarta Pusat.
Acara ini diselenggarakan oleh KSPI yang dipimpin Said Iqbal yang juga merupakan presiden Partai Buruh.
Prabowo tiba di lokasi sekitar pukul 08.37 WIB dengan menaiki mobil Maung warna putih. Ia berdiri di atas mobil itu sambil menyapa buruh yang hadir, yang jumlahnya mencapai puluhan ribu orang. Ia menoleh kekiri dan kanan sambil melambaikan tangan, dan sesekali meraih tangan buruh yang diulurkan ke arahnya.
Selama hal itu berlangsung, Maung yang dinaikinya bergerak perlahan membelah lautan buruh untuk menuju panggung.
Kehadiran orang nomor satu di Indonesia itu nampak membuat para buruh antusias, sehingga tak sedikit yang mengulurkan tangan untuk dapat bersalaman dengannya dan meneriaki nama Prabowo.
Maung berhenti di lokasi yang telah ditentukan panitia, di depan panggung, dan Prabowo turun untuk seterusnya berjalan ke panggung itu sambil tetap menyapa dan menyalami buruh.
Prabowo tidak datang sendiri. Ia didampingi sejumlah pejabat, di antaranya Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi dan Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad.
Selain diisi orasi dari para tokoh dan pejabat yang diundang, tentunya juga orasi politik Prabowo, juga dimeriahkan dengan penampilan hiburan dan artis, di antaranya band Tipe X.
Sebelumnya, dalam konferensi pers Rabu (29/4/2026), Presiden KSPI Said Iqbal mengatakan, untuk peringatan Mayday ini, pihaknya mengusung 11 tuntutan utama.
“Ada 11 isu atau 11 harapan yang ingin disampaikan oleh KSPI yang didukung oleh partai buruh di dalam perayaan May Day ini kepada pemerintah, baik pemerintah pusat maupun pemerintahan daerah di seluruh Indonesia," katanya.
Berikut ke-11 Tuntutan dimaksud:
1. Mendesak pemerintah segera mengesahkan Rancangan Undang-Undang (RUU) Ketenagakerjaan yang baru.
2. Meminta penghapusan sistem kerja alih daya (outsourcing) serta menolak praktik upah murah.
3. Buruh menyoroti dampak konflik global yang berpotensi memicu pemutusan hubungan kerja (PHK) massal di Indonesia, sehingga pemerintah diminta mengantisipasi risiko tersebut.
4. KSPI mendorong reformasi pajak, termasuk menaikkan batas penghasilan tidak kena pajak menjadi Rp 7,5 juta serta menghapus pajak atas tunjangan hari raya (THR), jaminan hari tua, pesangon, dan jaminan pensiun.
5. Buruh meminta pengesahan RUU perampasan aset sebagai bagian dari upaya pemberantasan korupsi.
6. Meminta pemerintah menyelamatkan industri tekstil dan produk turunannya (TPT) serta industri nikel dari ancaman PHK.
7. KSPI mendorong moratorium industri semen karena dinilai mengalami kelebihan pasokan (over supply).
8. Meminta pemerintah meratifikasi Konvensi International Labour Organization (ILO) Nomor 190 tentang penghapusan kekerasan di tempat kerja, khususnya bagi pekerja perempuan.
9. KSPI juga memperjuangkan penurunan potongan tarif ojek online menjadi 10 persen.
10. Mendesak revisi Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2004 tentang penyelesaian perselisihan hubungan industrial agar lebih berkeadilan.
11. Meminta pemerintah mengangkat guru dan tenaga honorer, termasuk PPPK paruh waktu, menjadi aparatur sipil negara (ASN) penuh waktu.
“Tidak ada lagi PPPK yang paruh waktu, semua harus penuh waktu," tegas Said.
(rhm)







