Jakarta, Harian Umum - Indonesia akan mengimpor 150 juta barrel minyak mentah dari Rusia untuk memenuhi kebutuhan energi nasional di tengah tekanan pasokan global akibat penutupan Selat Hormuz oleh Iran.
Kebijakan ini menjadi bagian dari strategi menjaga ketahanan energi nasional.
“Telah disepakati bahwa total volume minyak mentah yang akan kita impor dari Rusia sekitar 150 juta barrel untuk memenuhi kebutuhan kita hingga akhir tahun,” kata Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Yuliot Tanjung dikutip dari Reuters, Minggu (26/4/2026)
Ia menambahkan, pemerintah kini tinggal menyusun mekanisme impor tersebut yang tidak dilakukan sekaligus, melainkan bertahap hingga akhir 2026.
Impor bertahap ini diambil dengan mempertimbangkan kapasitas penyimpanan minyak nasional, dan minyak yang diimpor akan dialokasikan bukan hanya untuk kebutuhan masyarakat, tapi juga untuk sektor industri, pertambangan, dan petrokimia.
Untuk diketahui, kebutuhan minyak nasional mencapai sekitar 1,6 juta barrel per hari, sementara produksi domestik hanya sekitar 600 ribu barrel per hari, sehingga kata Yuliot, 150 juta barrel minyak yang diimpor dari Rusia masih kurang.
"Kami mencari tambahan pasokan dari negara lain, termasuk Amerika Serikat,” imbuhnya. (man)







