Surabaya, Harian Umum - Anies Baswedan dan Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar mendeklarasikan diri sebagai pasangan Capres-Cawapres pada Pilpres 2024 di Hotel Majapahit, Surabaya, Jawa Timur, Sabtu (2/9/2023).
Deklarasi itu diumumkan Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh.
"Saya mengucapkan selamat kepada pasangan kita, Bung Anies Baswedan sebagai calon presiden, kepada Bung Muhaimin Iskandar sebagai calon wakil presiden,” katanya.
Ia memastikan Anies-Muhaimin bakal jadi pasangan calon presiden dan wakil presiden pertama yang mendaftarkan diri ke KPU sebagai peserta Pemilu Presiden (Pilpres) 2024. Dia berharap, kedua tokoh itu dapat memenangi pertarungan dan menjadi presiden-wakil presiden berikutnya.
"Insya Allah kita memiliki pemimpin baru ke depan. Maka, seluruh kesiapan yang kita miliki, dengan tetap berpegang teguh pada komitmen yang ingin membangun nilai-nilai kebangsaan kita seutuhnya, kedua pasangan ini kita harapkan akan bisa mampu mengatasi berbagai macam godaan dan cobaan, bahkan ancaman,” katanya.
Saat deklarasi, tanpa disangka Anies melontarkan candaan kepada Cak Imin, sapaan Muhaimin Iskandar, yang menimbulkan kesan kalau sebetulnya dia kurang sreg pada apa yang sedang dialaminya. Dia menyebut bahwa Cak Imin adalah second victims (korban kedua) Surya Paloh. Candaannya itu menimbulkan persepsi bahwa dia, Anies Baswedan, merupakan korban pertama (first victim) Ketum Partai Nasdem itu.
Candaan diawali Anies denga bercerita bahwa ia mendapat kabar dadakan dari Partai Nasdem pada 2 Oktober 2022 lalu ketika ia hendak dideklarasikan sebagai bakal calon presiden keesokan harinya.
Dia menuturkan, ketika itu ia tiba-tiba dihubungi oleh Ketua DPP Willy Aditya untuk datang ke Nasdem Tower, markas Partai Nasdem.
"Dipikir mau diajak ngopi sore. Ketika datang, seluruh keluarga besar DPP (Partai Nasdem) sudah ada, wajahnya tampak berbeda semua. Saya enggak tahu apa yang terjadi," kata mantan gubernur DKI Jakarta itu.
Anies melanjutkan, ketika itu ia langsung diajak untuk berbicara empat mata dengan Surya Paloh di sebuah ruangan. Dalam perbincangan itu, Paloh langsung 'menantang' Anies bahwa Anies akan dideklarasikan sebagai calon presiden dari Partai Nasdem pada keesokan harinya.
"Pak Surya Paloh bilang 'kita akan deklarasikan besok, apakah °nda siap?' Saya bilang, 'Bang ini niat baik, bismillah', berangkat kita perjalanan," katanya.
Anies lalu membandingkan cerita yang ia alaminya itu dengan proses penetapan Muhaimin sebagai calon wakil presiden pendampingnya yang juga berjalan dengan cepat.
Oleh karena itu, ia pun berseloroh bahwa Muhaimin adalah 'korban' kedua dari keputusan politik tersebut.
"Jadi Cak Imin, you are the second victim," kata Anies.
Sebelum Anies melontarkan candaan itu, Cak Imin bercerita bahwa perjodohan dirinya dengan Anies berlangsung singkat.
Mulanya, pada Senin (28/8/2023) Cak Imin bertemu Surya Paloh. Dalam pertemuan itu, Surya menyampaikan gagasan dirinya berduet dengan Anies pada Pilpres 2024.
"Adinda, kita perlu bicara blak-blakan, saya tahu Anda dan Anda tahu saya,” kata Imin menirukan ucapan Surya Paloh saat itu. “Wah ngajak berantem Bang Surya ini, saya bilang,” lanjut Cak Imin sambil tertawa.
Kepada Surya, Cak Imin menyampaikan bahwa ia tidak ingin ada lagi siasat atau muslihat politik. Namun, rupanya Surya Paloh serius ingin menjodohkan Anies dengan dirinya. Bahkan, Surya Paloh meminta Cak Imin langsung memberikan jawaban.
Cak Imin mengaku, ia bimbang untuk langsung memberikan jawaban lantaran dirinya harus bicara dengan para kiai dan sesepuh di PKB sebelum mengambil keputusan.
“Tapi Bang Surya bilang, kalau kamu enggak mau salaman, berarti selamanya kita enggak akan ketemu lagi. Tapi kalau kamu oke, saya yakin insya Allah menang dan Indonesia akan lebih baik,” ujar Imin menirukan kata-kata Surya Paloh.
Akhirnya, Cak Imin menerima pinangan Ketum Nasdem itu.
“Iya kalo sudah begitu salaman demi Indonesia yang lebih baik,” katanya.
Kemudian, dalam waktu tiga hari Cak Imin dan pengurus PKB bergerak menemui kiai dan para senior partai, meminta pendapat mengenai ide Anies-Cak Imin. Rupanya, para kiai dan senior PKB memberikan lampu hijau. PKB pun menggelar tiga kali rapat pleno membahas ini. Hasilnya, jajaran pengurus partai setuju untuk menduetkan Anies-Muhaimin sebagai bakal capres-cawapres Pemilu 2024.
“Jadi, salaman saya sama Bang Surya malam itu ternyata lancar dan mendapatkan restu lengkap dari seluruh keluarga besar partai kebangkitan bangsa,” tuturnya. (rhm)






