Jakarta, Harian Umum - Tim longmarch Aliansi Aksi Sejuta Buruh (AASB) mengalami kendala tempat menginap pada hari kedua perjalanan dari Bandung menuju Jakarta.
Insiden itu terjadi ketika tim menginap di Masjid Al Barokah, Kecamatan Sukatani, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, pada Jumat (4/8/2023) malam, setelah melakukan perjalanan dari Bandung.
"Kami tidak diizinkan menginap di Masjid Al-Barokah oleh DKM (Dewan Kemakmuran Masjid)-nya, karena DKM itu ditelepon oleh kepala desa, dan kepala desa diperintahkan Polsek Sukatani untuk melarang kami menginap di masjid itu," kata Presiden Persaudaraan Pekerja Muslim Indonesia (PPMI) Daeng Wahidin melalui telepon, Sabtu (5/8/2023) malam.
Menurut salah satu peserta longmarch ini, Polsek melarang dengan alasan karena di masjid itu sering mengalami kehilangan, seperti kehilangan sandal dan lain-lain.
"Kami sempat berdebat dengan mengatakan bahwa kami hanya menginap untuk melanjutkan perjalanan ke Jakarta, dan kami bukan maling, tapi kami tetap tak diizinkan menginap di masjid itu. Akhirnya, kami menginap di Pesantren Al Barokah," katanya
Namun, pada pagi hari di Pesantren itu ternyata ada acara, sehingga meski masih dalam keadaan mengantuk, tim terpaksa harus melanjutkan longmarch dengan titik tujuan pada hari ketiga, Sabtu (5/8/2023), adalah Markas Federasi Buruh Karawang (FBK) di Purwasari Karawang, Jawa Barat.
"Nggak semua peserta longmarch bisa menerima tindakan Polsek Sukatani yang mengintimidasi kepala desa dan DKM Masjid Al Barokah, sehingga kami tidak bisa menginap di situ. Ketika kami tiba exit Tol Ciganea, kami melakukan aksi di situ untuk memprotes tindakan Polsek Sukatani," lanjut Daeng.
Dari video yang diberikan Daeng terlihat, aksi itu tidak memacetkan arus lalu lintas, karena ada polisi yang mengatur lalu lintas.
Dalam orasinya, Ketua Umum Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (SBSI) 1992, Sunarti dengan menggebu-gebu mengatakan, apa yang mereka lakukan dengan longmarch dari Bandung ke Jakarta sejak Kamis (3/8/2023) hingga 10 Agustus 2023 mendatang, saat aksi besar-besaran buruh dilakukan di Jakarta, bukan semata-mata untuk kepentingan buruh semata.
"Kami lakukan ini untuk kita semua, untuk bangsa Indonesia agar UU Cipta Kerja yang merugikan pekerja, termasuk buruh, dicabut! Seharusnya kami didukung, bukan diperlakukan secara tidak adil seperti ini," katanya.
Daeng mengatakan, untuk longmarch hari ini yang merupakan hari ketiga, Sabtu (6/8/2023), tima akan longmarch dari markas FBK di Purwasari, Karawang, ke markas DPC FSP LEM SPSI KAB di Klari, Karawang. (man)





