Jakarta, Harian Umum - Iran sedang menyiapkan kejutan baru untuk menyambut kemungkinan terjadinya perang lanjutan, meski Presiden AS Donald Trump memperpanjang gencatan senjata tanpa batas waktu
Persiapan itu dilakukan Iran karena pihaknya telah menyatakan tidak ingin lagi berunding dengan AS
"Ada bukti yang menunjukkan bahwa Iran telah menyiapkan kejutan baru untuk kemungkinan dimulainya kembali perang karena agresi AS-Israel," kata Tasnim News Agency dikutip Rabu (22/4/2026).
Kantor berita semi-resmi Iran itu mengatakan, persiapan dilakukan menjelang jam-jam terakhir masa gencatan senjata selesai.
Tasnim sebelumnya mengabarkan kalau Iran tidak ingin berunding lagi dengan AS karena selain pada perundingan 11 April AS mengajukan permintaan yang berlebihan.
Selain itu, meski Iran membuka Selat Hormuz seiring terjadinya gencatan senjata antara Lebanon dan Israel selama 10, AS tetap memblokade perairan Iran, dan menembak serta menyita kapal Touska, kapal kargo Iran, yang sedang berada di Laut Oman dalam perjalanan pulang ke Iran dari China.
Dan tak hanya itu, sejak akan mengikuti perundingan tanggal 11 April di Islamabad, Ketua Parlemen Iran Bagher Ghalibaf telah mengatakan bahwa pihaknya tidak percaya kepada AS, dan kemudian, melalui akun X-nya dia membongkar kalau AS punya niat jahat di balik perundingan itu, yakni ingin menjadikan meja perundingan sebagai arena di mana Iran menyerahkan diri karena kalah bertempur di lapangan.
Tasnim menegaskan, Iran sepenuhnya siap untuk kemungkinan dimulainya kembali perang dengan AS dan Israel..
"Selama dua minggu ini, Iran secara konsisten menganggap kemungkinan perang sangat tinggi, dan atas dasar itu telah melakukan penempatan ulang militer tertentu dan menyiapkan daftar target baru untuk tujuan ini," jelas Tasnim.
Ia bahkan memastikan bahwa jika perang benar-benar berlanjut, Iran akan menciptakan neraka bagi pasukan AS dan Israel.
"Oleh karena itu, Iran siap untuk menciptakan neraka lain bagi Amerika dan Israel sejak saat-saat pertama dari potensi perang apa pun," katanya.
Sebelumnya, Donald Trump mengatakan ahwa gencatan senjata dengan Iran diperpanjang tanpa batas waktu.
Dalam pernyataan di media sosial, Trump menyebut langkah tersebut diambil setelah adanya permintaan dari Pakistan, yang selama ini berperan sebagai mediator dalam proses negosiasi.
"Saya telah menyetujui permintaan Pakistan 'untuk menahan serangan kami terhadap negara Iran sampai para pemimpin dan perwakilan mereka dapat menyusun sebuah proposal yang terpadu,'" kata Trump, Selasa (21/4/2026) waktu setempat, sebagaimana dilansir Reuters. (man)


