Bogor, Harian Umum - Bakal calon presiden (Bacapres) yang diusung Partai Gerindra, Golkar dan PAN yang juga Menteri Pertahanan (Menhan), Prabowo Subianto, diminta bertindak untuk mengcegah agar wilayah Indonesia tidak dicaplok negara lain.
"Yang terakhir kepada Menhankam. Siapa namanya? Pak Prabowo yang Pemilu tahun lalu kita bela-belain, coba juga gunakan kekuasaan Anda sebagai Menteri Pertahanan dan Keamanan untuk melindungi seluruh tumpah darah negara kita, jangan spai diserobot oleh negara-negara asing. Kecuali kalau memang termasuk orang penjajah, penjarah, kami akan memusuhi Anda. Dalam setiap doa kami, kami tidak akan melepaskan dari doa kami agar pemimpin-pemimpin yang zalim untuk dilaknat oleh Allah SWT,," kata Ketua Majelis Ukhuwah Bogor Raya, Ustaz Wardani, dari mobil komando Forum Komunikasi Umat Islam Bersatu (FKUIB), Minggu (24/9/2024).
Ustaz tersebut merupakan salah satu orator dalam aksi simpatik umat Islam se-Bogor Raya untuk membela penduduk Pulau Rempang yang akan digusur pemerintah karena di pulaunya akan dibangun proyek Eco City oleh PT Makmur Elok Graha (MEG), anak perusahaan milik Taipan Tommy Winata.
Aksi ini dilakukan di Tugu Kujang, Kota Bogor, dan dihadiri ratusan umat Islam yang mayoritas merupakan anak muda dan kalangan dari generasi milenial.
Mereka menggelar aksi tidak hanya dengan membawa satu unit mobil komando untuk berorasi, tetapi juga spanduk, poster dan panji-panji Rasulullah SAW, yakni Ar-Rayah atau bendera hitam dengan kalimat tauhid berwarna putih, dan Al Liwa atau bendera putih dengan kalimat tauhid berwarna hitam.
Aksi yang dimulai sekitar pukul 08:00 WIB ini mendapat pengawalan ketat dari aparat kepolisian.
Sebelum menyebut nama Prabowo, Ustaz Wardani menyebutkan nama Mankopolhukam Mahfud MD, Panglima TNI Laksamana Yudo Margono, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, dan Mendagri Tito Karnavian.
Setelah nama Prabowo disebut, Ustaz itu menyebut nama Menteri Investasi Bahlil Lahadalia.
Keenam nama pejabat dan menteri itu disebut karena dinilai memiliki peran penting dalam terlaksananya proyek Eco City dengan menggusur seluruh warga Rempang.
Mahfud yang disebut sebagai pakar hukum, menurut Ustaz Wardani, seharusnya bisa menggunakan ilmunya untuk membela warga Rempang yang tertindas, bukan malah mendukung pemerintahan yang pemimpinnya suka berbohong.
Nama Panglima TNI dan Kapolri disebut karena menurut Ustaz Wardani, dengan kekuasaan yang dimiliki, keduanya seharusnya bisa melindungi dan membela warga Rempang.
Dan nama Mendagri serta Menteri Investasi disebut karena kedua orang ini dinilai seharusnya dapat mencegah bahkan menghentikan proyek Eco City.
Dari apa yang disampaikan para orator yang semuanya bersuara keras tentang proyek Eco City, didapati kesimpulan bahwa mereka menilai proyek Rempang Eco-City merupakan proyek zalim yang berkedok investasi, pada sebetulnya invasi yang dapat berlanjut menjadi kolonialisasi.
Praktisi hukum Chandra Purna Irawan dari LBH Pelita Harapan bahkan tegas mengatakan bahwa pernyataan Menteri Agraria Hadi Tjahjanto bahwa warga Rempang tidak punya sertifikat, mirip peraturan yang dikeluarkan Belanda tentang domein verklaring. Peraturan ini menyebutkan "bahwa semua tanah yang tidak dapat dibuktikan sebagai hal eigendomnya (hal milik), maka menjadi domein (milik) negara.
Ia mengingatkan Menteri Agraria bahwa peraturan itu telah dihapus oleh UU Nomor 5 Tahun 1960 tentang Agraria, dan warga Rempang telah menempati Pulau Rempang sejak ratusan tahun lalu, bahkan sebelum Indonesia ada pada tahun 1945.
Ia juga mengingatkan pernyataan bahwa Pulau Rempang adalah hutan, bukan tanah adat, itu juga tidak tepat, karena warga Rempang telah di pulau itu jauh sebelum Indonesia ada, sehingga secara genealogis dan teritorial, warga Rempang merupakan pemilik di pulau itu.
Para orator dan semua peserta aksi sepakat bahwa Proyek Eco City harus dihentikan atau dibatalkan, karena merampas tanah yang bukan hak pemerintah adalah kezaliman.
Mereka juga mengatakan bahwa ini bukan aksi pertama dan terakhir.
"Selama kasus Rempang belum selesai, kita akan kembali melakukan aksi," tegas seorang orator. (rhm)







