JAKARTA HARIAN UMUM - Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Fraksi Zita Anjani menyarankan agar Pemprov DKI Jakarta mempertimbangkan angka positivity rate di Jakarta yang naik menjadi 10% untuk kembali ke masa PSBB awal.
Menurut politisi perempuan PAN itu kenaikan angka positivity rate harus menjadi acuan Pemprov DKI untuk berani mengunci kembali Ibukota.
“Sebenarnya saya sudah pernah ingatkan DKI warnin, tapi yang ditakutkan akhirnya terjadi juga. Kalau sudah begini harus berani kunci lagi. DKI dance with Covid-19 memang hukum seperti itu,” ujar Zita saat dihubungi, Senin (24/8/2020).
Untuk menekan wabah covid 19 di ibu kota menurut Zita, Pemprov DKI sudah semestinya melibatkan seluruh elemen di masyarakat sampai tingkat RT. Pelibatan masyarakat itu diperlukan untuk saling mengontrol sebagai salah satu cara mencegah penularan Covid-19.
“Mengingat belum ada vaksin untuk virus Corona, ditambah lagi masih tingginya angka penularan covid di ibu kota, sudah saatnya saat ini kita bersama-sama bahu-membahu membantu Pemprov DKI.
Tentu juga harus melibatkan masyarakat sampai level RT dan RW anak-anak Budha di karang taruna perlu diberdayakan untuk keliling sebagai bentuk saling mengontrol satu sama lain,” ujar dia.
Dia menambahkan di tengah pandemi saat ini semua orang harus bisa selamat, apalagi belum ditemukannya vaksin untuk covid 19. Pencegahan virus Corona tidak hanya mengenai 3 M makai masker mencuci tangan dan menjaga jarak.
"Memang sudah saatnya kita harus survive, karena wabah ini bisa menyerang siapa saja bahkan di tempat-tempat yang sangat ketat menerapkan protokol kesehatan seperti Pemda DKI. Bahkan anak buahnya pak Anies aja bisa kena,” tandasnya. (Zat)







