Jakarta, Harian Umum - Calon Anggota DPD RI dari Dapil DKI Jakarta, Dr. dr. Ulla Nuchrawaty, MM, berjanji akan menghibahkan hidupnya jika dipilih masyarakat pada hari pencoblosan Pemilu pada Rabu (14/2/2024).
Politisi Golkar nonaktif ini merupakan calon anggota DPD RI nomor 24.
"Isya Allah saya akan hibahkan hidup saya, waktu saya ilmu pengetahuan saya, dan pengalaman saya untuk mengabdi sepenuhnya kepada masyarakat DKI demi kemajuan, demi kesejahteraan dan demi kemakmuran kita lahir dan batin menuju akhirat yang kita pertanggungjawabkan," kata Dr. Ulla kepada media, kemarin.
Mantan ketua umum Kesatuan Perempuan Partai Golkar ini optimis nazarnya itu dapat terlaksana karena ketika ia berkampanye, sambutan dan dukungan masyarakat untuknya sangat menggembirakan. Terlebih karena ia dapat mengumpulkan 7.000 KTP untuk lolos menjadi calon anggota DPD, dari syarat memiliki dukungan minimal 3.000 orang/KTP.
"Insya Allah optimis," katanya.
Dr Ulla punya beberapa program yang akan ia laksanakan saat menduduki posisi sebagai senator Jakarta periode 2024-2029. Di antaranya yang terkait dengan lingkungan, yakni masalah sampah.
Ia ingin sampah dapat dikelola menjadi sesuatu yang bernilai ekonomi agar dapat meningkatkan taraf kehidupan masyarakat, dan ingin sampah dapat dikelola dengan lebih baik lagi.
"(Karena) salah satu permasalahan yang dikeluhkan masyarakat saat saya berkampanye adalah bagaimana sampai bisa sampai ke tempat pembuangan akhir. Jangankan di daerah-daerah pelosok di Jakarta, karena padatnya penduduk, banyak jalan-jalan yang aksesnya sulit, apalagi untuk (keluar masuk armada) pengangkutan sampah," katanya.
Meski demikian kata Dr. Ulla, apapun pasti ada solusinya, yaitu harus ada sistem mulai dari sampah diproduksi di rumah, lalu ditumpuk, diangkat ke tepat pembuangan sementara, dipilah-pilah, dan setelah itu dibuang di tempat pembuangan sampah akhir.
"Perjalanan saya dari kampung ke kampung, dari RT ke RT, dari RW ke RW, saya mendalami sekali (permasalahan sampah ini), dan ternyata keinginan masyarakat untuk menyelesaikan masalah sampah itu, juga kesadarannya, mulai ada, tapi belum ditangani secara penuh. Ada RT RW yang bersih. Saya nyari sampah (yang menumpuk dan bertebaran di jalan) nggak ada. Mungkin sadar bahwa kebersihan pangkal kesehatan, dan kebersihan bagian dari iman," katanya.
Dr Ulla meyakini, jika masyarakat itu diedukasi, sampah bisa memiliki nilai ekonomis bagi mereka, karena sebelum dibuang, sampah dapat dipilah-pilah dulu antara yang organik dan anorganik, seperti kardus, kertas, dan pelastik, karena dapat dibuat kerajinan seperti tas, bunga, piring dan lain-lain.
"Saya kira kalau ini berjalan, akan bagus sekali, karena akan tercipta ekosistemnya," kata dia.
Meski demikian, Dr. Ulla mengeritisi realita bahwa pihak yang mengangkut sampah masih perusahaan swasta, belum pemerintah, sehingga diperlukan kolaborasi di mana pemerintah membuat regulasi dan konsepnya
"Di tempat akhir, suka atau tidak suka pemerintah harus hadir di situ," katanya
Dr Ulla juga meminta kepada pemerintah agar ketika rakyat mengeluh, pemerintah tak perlu diimbau karena pemerintah juga bagian dari rakyat. (rhm)







