Batam, Harian Umum - Enam orang luka-luka akibat bentrokan antara warga dan aparat keamanan di kantor Badan Pengusahaan (BP) Batam, Kepulauan Riau, terkait penolakan warga atas pembangunan Rempang Eco City di kawasan Pulau Rempang yang membuat ribuan warga di sana akan digusur.
Salah satu korban adalah Direktur Pengamanan (Dirpam) BP Batam Brigjen Pol Muhammad Badrus yang terkena lemparan batu di bagian dagu hingga berdarah.
"Ada sekitar enam orang yang terluka, baik dari Ditpam maupun dari polisi. Salah satunya yang terluka itu jenderal bintang satu. Dia kena lemparan di bagian dagu sampai berdarah," ujar Kepala Biro Humas, Promosi, dan Protokol BP Batam Ariastuty Sirait seperti dikutip CNN Indonesia dari Antara, Senin (11/9/2023).
Dari video yang beredar di media sosial, terlihat kalau awalnya masyarakat melakukan aksi damai di depan kantor BP Batam, tetapi kemudian berubah penuh kemarahan karena masyarakat melempari kantor itu dengan batu, kayu, hingga bom molotov.
Massa juga merusak pagar.
Petugas pun melepaskan gas air mata dan water canon ke arah massa, membuat massa terpukul mundur. Namun, beberapa petugas dan karyawan BP Batam terluka akibat terkena lemparan batu. Mereka langsung dibawa ke klinik di dalam kantor BP Batam untuk mendapat perawatan.
Menurut keterangan Lukmanul Hakim (31), warga setempat, aksi damai itu menuntut agar tujuh warga yang ditangkap pada bentrok Kamis (7/9/2023), dan telah pula jadi tersangka, segera dibebaskan. Namun, aspirasi itu tak didengar.
Polisi dikabarkan telah menangguhkan penahanan terhadap ketujuh orang tersebut.
Kabid Humas Polda Kepri Kombes Zahwani Pandra Arsyad mengatakan penangguhan itu diberikan dengan jaminan tak akan melakukan aksi penolakan upaya relokasi warga imbas PSN Rempang Eco-City. (rhm)







