KONON, pabrik kaca Xinyi Glass Holdings Ltd di China hanya menempati lahan seluas 200 hektare. Setelah mengecek di Google, Pabrik Kaca Xinyi ternyata bukan termasuk perusahaan hebat dalam produsen kaca di dunia.
---------------------------
Oleh: Muslim Arbi
Direktur Gerakan Perubahan dan Koordinator Indonesia Bersatu.
Setelah menyaksikan dengan cermat melalui media dan perbincangan dengan sejumlah kalangan soal Kasus Rempang, muncul pertanyaan: mengapa Pulau Rempang harus dikosongkan? Bahkan diberi deadline 28 September pulau itu sudah harus kosong, bersih dari penduduk.
Ada sejumlah spekulasi, selain alasan pemerintah mau membuka pabrik kaca.
Konon, pabrik kaca Xinyi Glass Holdings Ltd di China hanya menempati lahan seluas 200 hektare, sedangkan Pulau Rempang 17.000 hektare. Apa iya bangun pabrik dengan area yang luasnya demikian?
Setelah mengecek di Google, Pabrik Kaca Xinyi ternyata bukan termasuk perusahaan hebat dalam produsen kaca di dunia. Bahkan nama perusahaan itu tidak termasuk perusahaan yang dihitung dalam produksi kaca dunia.
Jadi, investasi Rp 381 triliun di Pulau Rempang untuk produksi kaca pun menjadi pertanyaan besar.
Apalagi karena penduduk pulau itu harus dibersihkan, cleanising seperti ketika Israel mau menguasai wilayah Palestina, di mana orang-orang Palestina kala itu harus digusur.
Beberapa kemungkinan bisa terjadi dengan Proyek Rempang Eco City Tommy Winata itu, proyek yang juga melibatkan sejumlah nama di Kabinet Jokowi, seperti Luhut Binsar Panjaitan, Erick Thohir, dsb.
Kemungkinan pertama; bisa jadi upaya pengusaha China RRC bekerjasama dengan pengusaha China nasional untuk bikin Kota China Baru. Ya, semacam China Island, karena saat mulai pertama Jokowi berkuasa sudah ditandatangani Kerjasama Investasi dan migrasi warga China ke Indonesia dengan dalih TKA.
Tidakkah di akhir masa jabatan Jokowi ditagih oleh RRC atas perjanjian itu dan Pulau Rempang dipilih untuk poin kerjasama China-Indonesia?
Kemungkinan kedua; dengan dalih Proyek Strategis Nasional Eco City, tapi justru mau dibangun pusat perjudian seperti Genting Island, Macao atau Last Vegas?
Kalau dengan dalih invetasi? Mengapa harus ada pembersihan penduduk pribumi atau lokal?
Nah, jika dari beberapa kemungkinan di atas itu terdapat dalam agenda tersembunyi dari proyek itu, maka proyek itu harus dihentikan atau dibatalkan.
Karena ancaman kedaulatan bangsa, negara dan moral akan rusak jika saja memang tersembunyi ada niat tertentu dari investor untuk mendatangkan warga RRC ke Indonesia atau bikin Pulau Sebagai Pusat Perjudian..
Atas dasar itu, rakyat Indonesia mempertanyakan; apa motif di balik penggusuran paksa warga di Pulau Rempang itu?
Kalau pemerintah punya niat baik, datangkan investasi dan bangun ekonomi. Mengapa Rakyat sendiri harus di gusur seperti hewan? Dan investor asing seperti dewa?







