Jakarta, Harian Umum- Satpol PP DKI Jakarta menjaring ratusan penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS), Pak Ogah, dan pedagang kaki lima (PKL) yang berdagang di tempat-tempat yang dilarang, dalam operasi Praja Wibawa pada 10-20 Desember 2018.
Operasi ini digelar di wilayah kota administrasi Jakarta Barat, Jakarta Pusat, Jakarta Timur, Jakarta Selatan dan Jakarta Utara.
"Untuk PMKS yang kita tertibkan gelandangan, pengemis dan manusia gerobak, sementara PKL yang kita tertibkan adalah yang berada di trotoar dan sarana umum lain yang tidak diperkenankan untuk digunakan berdagang," jelas Kabid Penindakan Satpol PP DKI Jakarta Budhy Novian kepada harianumum.com di Balaikota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Jumat (21/12/2018).
Selama 10 hari penertiban tersebut, PKL yang ditertibkan sebanyak 182 orang, sementara PMKS yang terjaring 28 orang dan Pak Ogah yang diamankan 33 orang.
PKL yang ditertibkan barang-barang dan gerobaknya diambil dan ditaruh di Gudang Satpol PP di Cakung, Jakarta Timur, namun dapat diambil kembali dengan berbekal surat pengantar dari kelurahan.
"Pada operasi sebelumnya, setelah ditertibkan, PKL menjalani sidang tipiring dan dapat mengambil barang-barangnya setelah membayar denda sesuai putusan hakim, tapi karena saat ini menjelang akhir tahun, Pemprov DKI membuat kebijakan yang non yustisia, sehingga barang-barang dapat diambil hanya dengan berbekal surat pengantar dari kelurahan," jelas Budhy.
Ia mengakui, penertiban PKL ini bertujuan untuk menimbulkan efek jera, sehingga pada pedagang itu tidak lagi berdagang di trotoar maupun faislitas umum lain, sehingga tidak menimbulkan kesemrawutan dan tidak mengganggu ketertiban umum.
Operasi Praja Wibawa digelar dalam rangka menyambut Natal dan Tahun Baru. Setelah operasi ini selesai, mulai Jumat (21/12/2018) ini sebanyak 1.830 personel Satpol PP dilibatkan dalam Operasi Lilin Jaya 2018 yang merupakan operasi gabungan dengan personel berasal dari TNI, Polri, Satpol PP, Dishub, PT Jasa Marga dan pihak terkait lainnya.
Personel yang tidak dilibatkan dalam Operasi Lilin, jelas Budhy, kembali menjalani rutinitas sebagai penegak Perda, sehingga meski Operasi Praja Wibawa telah selesai, penertiban jalan terus agar Jakarta menjadi kota yang tertib, teratur, dan warganya tidak bertindak serta berlaku semaunya.
"Kami berharap dengan adanya penertiban, kepatuhan dan kesadaran masyarakat untuk menaati peraturan semakin tinggi," pungkasnya. (rhm)







