Jakarta, Harian Umum - Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberikan gelar pahlawan kepada enam tokoh dan tanda Kehormatan Bintang Jasa Pratama kepada Presiden FIFA Gianni Infantino.
Penganugerahan itu diselenggatakan Istana Negara, Jakarta, Jumat (10/11/2023), dalam rangka Hari Pahlawan.
Data yang dihimpun menyebutkan, keenam tokoh yang mendapat gelar Pahlawan Nasional adalah:
1. Ida Dewi Agung Jambe dari Bali
2. Bataha Santiago dari Sulawesi Utara
3. M Tabrani dari Jawa Timur
4. Ratu Kalinyamat dari Jawa Tengah
5. KH Abdul Chalim dari Jawa Barat, dan
6. KH Ahmad Hanafiah dari Lampung.
"Hari ini pemerintah menganugerahkan gelar Pahlawan Nasional kepada tokoh-tokoh yang telah memberikan kontribusi besar kepada bangsa dan negara," kata Jokowi saat penganugerahan.
Gelar Pahlawan Nasional tersebut diserahkan Jokowi secara simbolis kepada ahli waris masing-masing tokoh.
Jokowi memberi tanda Bintang Jasa Pratama kepada Gianni karena dinilai berjasa terhadap persepakbolaan Indonesia.
Upacara penganugerahan itu diawali dengan pembacaan Keputusan Presiden, kemudian dilanjutkan dengan penyematan tanda bintang jasa dari Jokowi kepada Gianni..
Soal bahwa Gianni berjasa bagi persepakbolaan Indonesia, sebelumnya disampaikan Ketua Dewan Gelar Tanda Jasa dan Tanda Kehormatan yang juga Menko Polhukam Mahfud Md. Dia mengatakan, pertimbangan mengapa Gianni yang merupakan warga negara asing (WNA) diberi Bintang Budaya, karena jasa-jasanya pada persepakbolaan Indonesia.
"Kalau yang FIFA itu jasa-jasanya atas persepakbolaan di Indonesia. Itu nanti tidak diberikan di upacara negara tapi saat nanti pertandingan sepakbola dunia di sini itu akan diberikan sebagai penghargaan. Sama orang sini suka dapat bintang dari luar negeri juga," kata Mahfud di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Kamis (3/8/2023).
Mahfud mengatakan nama Gianni Infantino diusulkan oleh PSSI. Setelah didiskusikan, warga Italia itu memang berperan penting dalam persepakbolaan nasional.
Mahfud mengaku, pemberian tanda jasa kepada warga negara asing bukan yang pertama kali. Sebelumnya, Indonesia juga pernah memberikan anugerah kepada Jenderal Filipina yang membantu Indonesia dalam pembebasan sandera Abu Sayyaf.
Hadir dalam upacara ini, Menpora Dito Ariotedjo, Menteri BUMN Erick Thohir, Menag Yaqut Cholil Qoumas. Hadir juga Wakil Ketua MPR Yandri Susanto dan Lestari Moedrijat, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, dan Panglima TNI Laksamana Yudo Margono. (rhm)






