JIKA dirty money membiayai dirty Vote, tidakkah akan melahirkan dirty regime? Ya, pemerintahan busuk dan bobrok?
---------------------------------
Oleh: Muslim Arbi
Direktur Gerakan Perubahan, dan Koordinator Indonesia Bersatu
Dirty money: uang kotor, dirty vote: Pemilu curang melahirkan dirty regime (rezim kotor).
Tulisan ini tidak menyindir siapa pun, hanya bertanya.
Dirty money artinya uang kotor, dana yang diraup dari hasil kejahatan; korupsi, illegal mining, illegal logging, penyelundupan, dst.
Dirty vote artinya Pemilu dan Pilpres curang. Ya, Pilpres yang sudah diorder untuk menangkan si Anu, pasangan Anu, biar anu. Aman kali yee jika tidak menjabat lagi?
Dirty regime bisa jadi lahir dari proses Pemilu dan Pilpres yang curang. Ya, pastilah rezimnya curang, kotor, culas, dan so pasti buruk, bahkan busuk.
Apakah sedang terjadi proses hilirisasi politik busuk yang lahir dari uang kotor, Pemilu kotor dan melahirkan regim kotor dan busuk?
Bisa jadi hilirisasi politik dari proses Pemilu curang berangkat dari hulu yang kotor dan busuk juga.
Sejumlah kejadian yang bikin kaget publik, seperti penyelundupan nikel 5 juta ton, pembabatan hutan untuk Food Estate dengan anggaran triliunan, dan kayunya dijadikan logging, sehingga menjadi illegal logging. Kemana itu kayu-kayu dijual? Berapa harganya? Untuk apa uangnya?
Demikian juga pembelian pesawat bekas, berapa fee-nya? Komisi piro? Kok tidak tidak ada berita dibatalkan, kalau memang batal, tapi dibilang batal setelah diributkan publik. Eta kamana acis na euy?
Apakah praktik-praktik mendapatkan uang cepat seperti yang disebutkan di atas masuk kategori uang kotor? Dirty money?
Lah, dengan dirty money itu lalu men-setting dirty vote biar menang secara gampang. Cukup dengan goyang Gemoy saja sudah mendukung suara yahud? Dan suaranya pun sudah dipatok di atas 50%? Tidakkah itu masuk kategori dirty vote?
Jika dirty money membiayai dirty vote, tidakkah akan melahirkan dirty regime? Ya, pemerintahan busuk dan bobrok?
Persoalannya sudah sedemikian parah di bangsa ini, sehingga mencari yang halal, menyelenggarakan Pilpres dan Pemilu yang bersih biar lahir pemimpin bersih, susah, bahkan menghalalkan segala cara untuk terus berkuasa
Apakah sudah demikian frustasi di bangsa ini, karena ada pameo di masyarakat bahwa "gimana mau cari yang halal? Wong yang haram aja susah?"
Nah, semoga tidak karena gelap mata setelah tidak berkuasa lagi, sehingga dirty money dan dirty vote pun dipaksakan. Meski yang lahir adalah dirty regime?
Dan oleh karenanya segala hal ditabrak?
Termasuk merusak konsitusi, hukum, demokrasi, etika dan moral?
Bagi yang masih berakal sehat dan bernurani bening pasti akan menolak dirty money, dirty vote, apalagi dirty regime.
Bila itu terjadi, barangkali REVOLUSI akan mencari jalannya sendiri untuk membersihkan negeri ini.
Bisa jadi kaum revolusioner akan menonton ulang film Dirty Money yang tayang pada 2018 lalu di Netflix. Film itu diproduksi oleh Adam Del Deo dkk.
Wallahu'alam.
Sawangan Depok: 1 Ramadhan 1445 H/
12 Maret 2024







